Klasifikasi Ikan Arapaima Gigas

ikan yang dalam beberapa hari ini telah menghebohkan tanah air kita yaitu arapaima, dikenal sebagai ikan yang berasal dari sungai amazon, dalam beberapa minggu belakangan ini banyak kita temukan berita tentang penemuan ikan-ikan ini disangai dan disangka telah menghabiskan beberapa ikan lokal sehingga akan membuat ikan lokal diperairan indonesia terancam punah, namun apakah benar demikian ?  kali ini info seputar ikan kita akan membahas tentang ikan ini.



Arapaima
dikenal di brazil dengan nama pirarucu atau paiche, memiliki nama ilmiah (Arapaima gigas) merupakan ikan air tawar yang memiliki ukuran bodi besar dan telah di kenal sebagai ikan terbesar air tawar. ikan ini hidup didekat perairan daerah tropis yang lebih tepatnya berada di negara Amerika Selatan. ukuran tubuh ikan ini dapat mencapai ukuran rata-rata sepanjang 3 meter dan berat mereka hampir 300 kilogram. di sungai amazon sendiri yakni di Amerika Selatan, ikan ini sudah tegolong ke dalam kategori ikan yang terancam punah karena sering sekali diburu oleh para pemancing. alasannya satu, tarikan ikan ini bagi para pemancing merupakan tantangan yang mengasyikkan bagi mereka. ikan arapaima gigas ini sendiri merupakan ikan yang dapat dikonsumsi dan aman bagi manusia, di negara Amerika Serikat ikan ini telah di konsumsi dan diperjualbelikan bahkan di ekspor ke negara lain. 


dimana bisa ditemukan di Indonesia ?
saat ini ikan arapaima sebenarnya sudah banyak dan bisa dilihat di tempat-tempat hiburan seperti sea world yang berada dijakarta, jatimpark di batu daerah malang, river world yang berada dipurbasari, dan masih banyak lagi. bahkan terkadang tidak jarang ada beberapa penjual yang menjual ikan ini di tempat mereka.

makanan Arapaima
Ikan Arapaima memang termasuk karnivora, yang memakan daging dan tidak memakan rerumputan laut. namun apakah berbahaya bagi manusia ? jawabanya sampai sekarang masih dianggap tidak berbahaya bagi manusia.
karena belum ada laporan yang mengatakan bahwa ikan Arapaima telah memakan manusia.  sehingga sampai saat ini masih dianggap aman, ikan ini biasa hanya memakan ikan yang lebih kecil dari dirinya dan bangkai ikan mati lainnya.


apakah ada hukuman jika memelihara ikan arapaima ?
saat ini masih belum ada kasus yang mengatakan bahwa orang yang memiliki ikan arapaima termasuk pelanggar hukum, jadi masih dibilang aman, namun bagi pemiliki arapaimana yang kedapatan memasukkan atau melepaskan ikan tersebut ke perairan indonesia (sungai,parit besar) maka akan dijatuhi hukuman dengan dasar telah mengancam atau mencemari lingkungan. 
   
halo, komentar la dengan menggunakan kata yang sopan dan santun

Klasifikasi Ikan jelawat (Leptobarbus hoevani)



Sebagai ikan di sungai, ikan jelawat hanya terkenal mendiami perairan bebas Kalimantan dan Sumatra, sedangkan pulau lain tidak diketemukan. Tempat- tempat yang mereka senangi adalah bagian-bagian sungai yang banyak tunggul yang terbenam dalam air atau bagian- bagian lain yang dinaungi pohon besar, terutama pohon- pohon yang buahnya dapat mereka makan bila jatuh ke air. 

Misalnya buah Tengkawang, bijinya banyak mengandung lemak, biji karet, atau bunga- bunga di permukaan air seperti kambing menyikat rumput. Ikan jelawat tergolong ikan pemakan segala-galanya, makanan antara Lain umbi singkong, daun pepaya, ampas kelapa, dan daging-daging ikan yang telah dicincang.



Klasifikasi Ikan Jelawat
Class : Pisces
Sub class : Tolestei
Ordo : Ostariophysi
Sub ordo : Cyprinoidea
Family : Cyprinidae
Sub Family : Cyprininae
Genus : Leptobarbus
Spesies : Leptobarbus hoevani


Nama lain : Lemak, Klemak ( Sumatra), Manjuhan  ( Kalimantan Tengah), Jelawat (Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat Kalimantan timur.  Ikan jelawat mempunyai sisik yang besar- besar  ini mempunyai bentuk badan yang memanjang indah seperti torpedo dan berenang sangat cepat. Reaksinya terhadap sesuatu rangsangan dari luar cekatan.  Mulutnya lebarnya terletak di ujung moncongnya agak ke bawah, dan dapat dijulurkan ke depan seperti bibir-bibir ikan karper.  Ikan jelawat mempunyai empat kumis.

 
Badannya berwarna coklat kehitam-hitaman di bagian punggungnya, dan putih keperak-perakan di bagian perutnya, sedangkan sirip- siripnya dan ekornya berwarna merah. Dibandingkan ikan karper, Ikan Jelawat ini memang lebih menarik, karena bentuk tubuhnya yang gagah indah, dan warnanya yang berseri-seri. Di waktu muda, pada sisi badannya ada garis hitam yang memanjang dari kepala ke pangkal sirip ekor, tetapi kalau sudah tua, garis itu hilang.


Dari bentuk tubuhnya yang memanjang seperti torpedo dapat diketahui mereka adalah perenang cepat.  Ikan jelawat ke hulu pada setiap permulaan musim kemarau (Juni - Juli) kalau permukaan air mulai turun. Sebaliknya, mereka akan ke Hilir pada setiap permulaan musim hujan (Desember - Januari) kalau permukaan mulai naik.  Hal ini dilakukan oleh ikan-ikan sudah dewasa.
Pada saat-saat jelawat memasuki masa kawin inilah  (umumnya berlangsung pada malam hari) para nelayan menangkap secara besar- besaran.  Memang pada saat-saat demikian ikan mudah diketahui tempatnya, karena timbulnya julur-julur di permukaan liar.

 



klasifikasi ikan baung (Mystus Nemurus)



Ikan baung
Ikan baung merupakan ikan yang hidup di perairan air tawar di sekitar hilir hingga hulu sungai, waduk, danau dan rawa, dan untuk di sekitar sungai Musi yang berada di Sumatera Selatan baung juga ditemukan hingga ke area muara sungai di daerah pasang surut yang sedikit payau, ikan baung banyak ditemukan pada daerah yang air tawarnya mempunyai kedalaman yang tinggi.

Klasifikasi ikan baung sendiri adalah sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Class
: Pisces
Sub-Class : Telestoi
Ordo
: Ostariophysi
Famili
: Bagridae
Genus
: Mystus
Spesies
: Mystus Nemurus

Ikan baung


Ikan baung memiliki bentuk dengan kepala yang besar, memiliki sirip punggung yang pajangannya sama dengan sirip yang ada di duburnya, memiliki sirip ekor yang besar dan bercagak, untuk sirip punggung berbentuk bulat dan pendek serta besar, sirip di bagian dada tertutup insang, sirip dubur pendek dan besar, sirip perut juga berbentuk besar dan berada di bawah sirip dada, memiliki mulut yang tidak bergigi dan di langit-langit mulut berbentuk bergerigi dan dapat digerakkan, memiliki lubang hidung yang berjauhan, selain itu juga memiliki sehelai sungut. 

Ikan baung memiliki wara cokelat muda dan di bagian perut berwarna putih atau kuning-kekuningan, dan memiliki badan yang tidak bersisik sehingga untuk menggenggamnya akan sedikit kesulitan, ikan baung memiliki sirip ekor yang bercagak.

Ikan baung

Ikan baung memakan makanan yang terdiri dari ikan-ikan kecil dan serangga, untuk anak baung akan memanakan serangga kecil dan beberapa tanaman air yang lunak seperti remis, karena hal inilah yang membuat ikan baung termasuk ke dalam golongan omnivora. Dalam berkembang biak ikan baung akan menghasilkan sekitar 1.350 hingga 160.235 butir telur.

Menurut Mandala et al, 2005, Ovari pada ikan baung berada di ikan jenis betina. Bentuknya juga bergantung pada rongga tubuh yang ada, tapi pada umumnya tubuh ikan berbentuk memanjang, jumlahnya sepasang dan menggantung pada mesenteries. Dengan posisi persis tepat di bawah tulang punggung dan ginjal serta terdapat di samping gelembung udara

Klasifikasi Ikan Belida (Notopterus chitala H.B.)



Ikan belida merupakan salah satu ikan air tawar yang selalu dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat Indonesia. Nama belida berasal dari daerah Sumatera selatan keturunan marga belida di daerah Muara Enim. Nama belida memiliki arti “Be” = mempunyai “lida” = lidah. Ikan belida berada pada kelompok famili Notopteridae dan terdiri tiga spesies, yaitu notopterus, Chitala dan Boomeensis. Ukuran ikan belida termasuk ke dalam ikan kecil, yang terdapat di kawasan perairan Afrika dan Asia tenggara.

Adapun klasifikasi ilmiah dari ikan belida :
·  kerajaan : Animalia
·  Filum : Chordata
·  Kelas : Actinopterygii
·  Ordo : Osteoglossiformes
·  Famili : Notopteridae
·  Genus : Chitala
·  Spesies : Chitala lopis
·  Nama Sinonim : Notopterus chitala H.B.


Komentar